
Kata TEMPIRAI konon kabarnya menurut tetua Kampung, adalah dua kosa kata TEMPI berarti Keramahan atau disebut mudah menerima/menghargai orang lain(luar). Sedangkan kata RAI berarti muka/Wajah/penampakan yang mudah bersahabat.
Maka TEMPIRAI dikonotasikan Penampakan wajah peramah dan suka bersahabat sehingga setiap para tamu/Pendatang dari luar sangat dihargai dan dihormati. Maka oleh para tetua kampung dan Masyarakat Kata Tempirai dinobatkan sebagai nama Desa, yang kini sudah ter regestrasi di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Desa Tempirai, awalnya sebuah desa berdiri sendiri dalam wilayah hukum Kecamatan Talang ubi Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, seiring perkembangan zaman dan peningkatan jumlah Penduduk, Desa Tempirai beberapa mengalami Pemekaran Desa. Dan pergantian pemimpin Desa dari Kepala Kampung ( Era Puyang Riye) berlanjut ke Pimpinan Kario ( di era Dewan Margo Penukal/Margo Wang Penukal) atau yang dikenal dengan Kario dan penggawo tujuh, pada waktu itu di Desa Tempirai mempunyai pimpinan satu Kario dan Tujuh orang Penggawo yang bertugas mengurus tujuh Tumbang/kampung.
Desa Tempirai terus berkembang dan memekar dirinya menjadi anak binaannya yaitu Desa Tempirai Selatan, selang beberapa tahun Kemudian Desa Tempirai memekarkan lagi wilayah dan Pemerintahannya yaitu Desa Tempirai Utara dan Desa Tempirai Timur, ke empat Desa tersebut masih dalam wilayah hukum Pemerintahan Kabupaten Muara Enim.

Selanjutnya, setelah Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir disebut PALI pada tahun 2012 dari Kabupaten induknya Muara enim, selang beberapa tahun kemudian Desa Tempirai Selatan memekarkan Desanya menjadikan Desa Persiapan Tempirai Barat yang saat ini dipimpin Dedi Handayani Sumadi sebagai Kepala Desanya.
Maka genap sudah Desa Tempirai memiliki Empat administrasi Desa defenitif dan satu Desa Persiapan. Dengan rincian Desa Tempirai ( induk) Kepala Desanya Muhammad Jonot Syamsudin (2020-2026), Desa Tempirai Utara Kepala Desa nya Hermanto sahiman (2020-2026), Desa Tempirai Timur Kepala desanya Muhammad Teguh Jaya Anuar (2020-2026) dan Desa Tempirai Selatan Kepala Desanya Safikal Usman (2020-2026).
Kini Desa Tempirai dinobatkan dengan sebutan Tempirai Raya, yang dipimpin lima orang generasi muda Milineal yang merupakan putra terbaik anak cucu keturunan Puyang mule menjadi, Puyang Seberang, Puye rie, Puyang sungai Rande, Puyang Kesambi, dan Puyang Puyang lainya.
Dari Pundak para Kepala Desa inilah masa depan 6 tahun kedepan kemajuan Desa se Tempirai Raya diamanahkan Masyarakat untuk menjadi Desa terbaik di Kabupaten PALI bahkan se Provinsi Sumatera Selatan. Bahkan tidak bisa dipungkiri sejak terlepas dari Kabupaten Muara Enim masuk ke Kabupaten PALI, setiap tahun Desa desa se Tempirai Raya terus benah diri dan meningkatkan Pembangunan disegala bidang, ini semua tidak terlepas dari perjuangan para pemimpin Desa dan Tokoh masyarakat terdahulu.

Tempirai Raya, memiliki luas tanah Pemukiman warga disatu hamparan daratan yang dikelilingi Daratan dan rawa rawa, barang tentu mempunyai adat istiadatnya yang satu sama lain tidak bisa dipisahkan, sehingga Masyarakat Tempirai Raya memiliki karakteristik tersendiri dan ber Aktivitas bagaikan disatu lingkaran, dengan ciri khas selepas beraktivitas sebagai petani dan profesi lainnya yaitu duduk di Pance dan ngobrol santai diwarung kopi.
Tempirai Raya, yang memilik kepadatan penduduk hampir mencapai 10 ribu jiwa ini, adalah aset terbesar di kabupaten PALI, tentunya menyimpan potensi SDM dan SDA yang perlu kelola dengan baik sehingga potensi potensi ini dapat berdaya guna untuk kepentingan Masyarakat dan Pemerintah.
# Membangun Indonesia dari Desa#
✍ Nantikan edisi selanjutnya cerita menarik seputar Tempirai Raya.
Tim Dokumenter Desakoe.
